Tuesday, May 11, 2010

Pearl Jam Nite V : Endangered Species Campaign, Day 6

06.Tyto inexpectata si burung hantu emas sulawesi


Burung hantu emas: “Kita tanya... Galileo!” Dan muncullah sebuah boneka burung hantu untuk menjawab semua pertanyaan ilmiah yang diajukan...

Itulah gambaran sebuah kuis ilmiah yang tayang di stasiun televisi swasta Indonesia beberapa tahun lalu. Acara bermutu yang sudah punah dihajar oleh badai sinetron berurai air mata, reality show pengumbar makian, dan sajian musik live yang seratus persen lip-sync.

Tak beda dengan Galileo si burung hantu maskot kuis, keberadaan Tyto inexspectata, si Burung hantu emas Sulawesi pun terdesak dan terancam punah. Bukan oleh taipan media yang rakus, melainkan oleh korporasi perkebunan yang tak kalah kalap dalam mengeruk uang.

Dengan nyaris 100% hutan hujan tropis di Sulawesi yang berketinggian kurang dari 1.000 m dpl sudah berubah menjadi hutan industri, terutama kelapa sawit, ruang gerak dari Tyto si Burung hantu emas pun menyempit. Sumber makanan terus berkurang. Tak heran jika akhirnya populasinya ikut turun sepanjang waktu.

Data dari The IUCN Red List of Threatened Species menyebutkan total populasinya kini paling banyak sekitar 8.400 ekor, dengan trend yang terus menurun, dan menempatkannya dalam kategori Vulnerable, kurang 4 langkah saja dari kepunahan.

Jadi ingatlah Tyto si Burung hantu emas setiap kali kita menggoreng ayam, ikan, atau kerupuk. Ingatlah bulu-bulunya yang terang, perutnya yang sedikit buncit, kedua matanya yang besar jenaka, serta paruhnya yang kecil dan bengkok. Ingatlah baik-baik, karena setiap tetes minyak kelapa sawit yang diperas dari tanah Sulawesi, memuat kisah Tyto, si burung hantu yang terpinggirkan...

text by Eko
art by Davro

No comments: